Titik Rindu : Sebuah Usaha Untuk Kembali Melupakan



"Setelah hari-hari yang sedih berlalu. Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku, sekeras apa pun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi miliku" -Boy Chandra-



Hai J, aku tidak akan kembali mengungkap Jakarta sore hari ini, yang ingin ku ungkap adalah tentang pembelajaran dari tulis pena yang baru selesai aku baca. Sebuah karya Boy Candra yang berjudul "Sebuah Usaha Melupakan" dengan tata aksara mendalam yang menyadarkan ku seketika.

2 tahun memendam rasa bukanlah hal yang mudah, banyak perasaan yang ku korbankan agar aku bertahan. Bertahan ketika kamu mencoba lupa , melangkah bersama dengan yang lain dalam penuh tawa. Aku rasa aku adalah lelaki terhebat, memendam ego untuk berontak marah bahwa kamu adalah titipan semesta yang sedang aku jaga. Kata memang tak bisa mengucap rasa sedih, namun ketika kesendirian datang, bagaimana mungkin bisa terus bertahan? karenanya, air mata terkadang tak bisa tertahan.

Dear J, andai saja mengucap "Aku Cinta Kamu" adalah hal yang mudah bagiku, mungkin setidaknya ungkapan rasa yang sudah lama aku pendam dapat aku lampiaskan begitu saja, Tapi bagaimana bisa? jika semesta saja tahu bahwa cintaku ini cinta yang berbeda.

Aku ingin belajar lupa, agar aku tidak terus keras untuk berjuang. Aku pun adalah orang yang tidak mudah mencinta. Aku juga ingin membangun kisah dengan titipan semesta yang lain, namun sangat sulit. Aku pun sempat dilema diantara dua pilihan, lupa lalu tiada? atau bertahan lalu meluka?

Melalui tata aksara Candra, aku tersadar bahwa ternyata hidup itu terlalu pendek untuk terus dihabiskan dengan suatu kesedihan yang berkepanjangan, kemudian satu hal yang menggetarkan hati adalah, Aku harus belajar  menerima diri bahwa aku adalah orang yang bukan kau inginkan dan kelak suatu hari nanti kamu pun harus belajar menyadari bahwa kamu sudah kulupakan dan bukan orang yang penting dikemudian.


Hai J, sore ini memang telah hadir sosok lain yang setidaknya bisa menghangatkan, aku tidak tahu apakah ini rasa yang sama atau hanya pelarian. Namun aku hanya ingin belajar untuk berpindah hati kepada sosok lain yang belum siap aku ceritakan. Aku pun tidak mau berjanji karena perasaan yang tumbuh dengan hal-hal yang menjanjikan, terkadang berakhir dengan saling menyakitkan. Aku pun tidak mau membuat pengharapan, karena aku pun kembali tersadar bahwa hal yang sering datang dengan penuh harapan juga akan berakhir bahkan lebih menyakitkan.


Lalu kemudian, biarkan waktu yang akan menguntit mu
Untuk memberikan jawaban.
Dear J, aku ingin Melupakan






From J to R
Sebuah usaha untuk tetap melupakan

.






Komentar

Postingan Populer