Dear J : Amnesia Tanpa Intermeso
"Lupa, mengingat dan meluka memang sebuah kata yang terkadang terbesit dalam sebuah ungkapan setelah perjalanan panjang yang berisi kisah tentang hal yang sangat melelahkan, aku ingin AMNESIA"
Amnesia dapat diartikan sebagai kehilangan daya ingat, terutama tentang masa lalu atau tentang apa yang terjadi sebelumnya. Jika Amnesia bisa membuat ingatan masa lalu hilang? bagaimana caranya agar Amnesia itu bisa dapat datang menghampiri? menabrakan diri pada dinding keras? meminum hal yang dapat membuat jiwa rusak? atau bisa hanya dengan menutup mata? namun sayangnya, sekeras apapun aku berjuang Amnesia itu tak kunjung ada.
Kehilangan ingatan mungkin bisa menjadi alasan tentang bagaimana aku bisa melupa, tidak ingat, tidak menangis, bahkan tidak tertawa sekalipun, bayangannya pun mungkin sudah tidak akan terlihat. Sungguh Amnesia adalah hal yang sulit untuk didatangkan. Lalu? aku harus bagaimana? haruskah aku selalu mengingatnya disetiap malam, kemudian terus menuai harapan yang sebenarnya tidak akan ada jawaban? entahlah! lagi-lagi aku menabrak diri ku sendiri.
Akhir-akhir ini juga aku terus keras
berjuang agar aku bisa lupa! tidak mengingat! dan terpenting adalah tidak
meluka, karena pada akhirnya rasa sakit yang paling menyakitkan adalah ketika
kata cinta tidak akan pernah mendapatkan jawaban. Andai Amnesia itu dapat aku
rasakan, mungkin sakit yang berkepanjangan tidak akan datang menghampiri. Jujur
aku sudah muak dengan diri yang terus saja mengingatnya dan sekeras
apapun aku mencoba membenci, namun justru berakhir dengan banyak pengharapan
dalam pikiran yang terus tertuang dalam sebuah ingatan.
Bagiku Amnesia akan menjadi obat, bahwa sebenarnya masih
banyak hal yang perlu kita perjuangkan, masih ada orang yang perlu kita lihat
dan juga kembali kita perjuangkan. Karenanya aku ingin Amnesia. Tuhan! kini aku
hanya bisa memohon kepada-Mu, karena Engkau lah yang mampu melakukan apapun
tanpa syarat
Izinkan aku Amnesia tanpa Intermeso.


Komentar
Posting Komentar