Titik Rindu : Aku Hanya Ingin Kita Kembali Dekat
"Teruntuk waktu yang sudah berlalu bolehkah aku menuai harap? tentang yang berlalu jangan pernah biarkan berlalu"
Sudah lama aku tidak kembali menulis catatan tentang banyak hal yang aku rasa, kini Jakarta kembali hujan, langit pun bersua dengan kencang dan wajah yang sangat sama-samar.
Dear J, ternyata berusaha lupa itu sangatlah sulit, alih-alih aku berucap pamit, justru ingatan dikembalikan dengan sejuta kenangan yang begitu menyakitkan, mengingatkan sebuah takdir tentang perasaan yang tidak akan pernah terbalaskan. Hai J, kini mimpimu satu persatu telah terwujud, aku turut bahagia, ku sampaikan pula pesan ucapan selamat melalui gawai yang ternyata tidak dibalas hangat oleh dirimu, sebenarnya aku ingin pura-pura tidak tahu tentang apa yang sudah kamu capai, namun hati tetap sajah ingin berucap supaya kita kembali dekat.
Sudah ku ceritakan juga dirimu kepada teman terdekat ku, karena mereka sangat ingin tahu tentang siapa yang bisa membuat diriku ini gila, karena adanya sebuah perasaan yang tidak akan pernah diungkapkan. Mereka menyuruh ku untuk berhenti, ku coba untuk berusaha. Namun sekuat apapun aku mencoba pergi, perasaan itu tumbuh kembali.
Aku dekat juga dengan sosok lain yang aku anggap sebagai pemilik hati yang baru, namun tetap saja bayangmu selalu ada, sehingga aku pun kembali yakin dengan perasaan ku saat ini dan hanya takut menjadikannya sebagai pelarian.
Sebenarnya hal yang tidak bisa aku terima dan membuat hati terkadang terpecah dalam banyak kepingan adalah adanya kisah yang aku rasa dimana kamu mulai menjaga jarak dan mencoba melupakan apa yang sudah kita sama-sama perjuangkan. Tak apa bagiku jika pada akhirnya cinta ini tak terbalaskan. Aku hanya ini kita kembali dekat seperti dulu.
Ya aku hanya ingin kembali dekat
Ya dekat!
Jakarta, 30 April 2019



Komentar
Posting Komentar